IDEO

IDEO?? Apa itu IDEO?? gw juga pusing IDEO apaan.. jadi langsung ajah gw googling dan dengan bakat googling gw itu diketahui bahwa IDEO adalah sebuah perusahaan ini adalah konsultan design dengan taglinenya “we are a global design consultancy. we create impact through design.” jadi intinya di IDEO itu banyak innovator innovator unggul dan gw mungkin akan bahas tentang innovator dan beberapa cara IDEO dapat tetap memproduksi barang kreatif.

Innovator-innovator terbaik tidak hanya jenius, Mereka mampu menggunakan ide ide yang dianggap biasa dalam suatu konteks dan mengaplikasikan ide tersebut dengan cara yang tidak biasa dalam konteks yang berbeda. Perusahaan perusahaan terbaik umumnya mampu dan telah mempelajari cara menjadikan proses tersebut menjadi suatu sistim.

Pada umumnyaperusahaan perusahaan inovatif secara sistematis menggunakan ide ide lama sebagai bahan awal untuk dikembangkan menjadi ide ide baru yang selalu berlandaskan dari ide ide sebelumnya. Strategi ini disebut sebagai “Knowledge Brokering“.

Lalu gw bakal jelasin 4 tahap “Knowledge Brokering“:

1. Proses ‘Menangkap’ Ide Ide Bisnis Unggul.

Langkah pertama dalam proses ini adalah memasukkan ide ide yang dianggap menjanjikan. Perusahaan perusahaan yang berinovasi dengan strategi ‘Knowledge Brokering’ biasanya memiliki cakupan lebih dari satu market, industri, lokasi atau unit bisnis. Mereka selalu melihat berbagai macam teknologi, produk, praktis bisnis dan model bisnis dan mereka mengenali ide ide lama tersebut adalah sumber utama untuk ide ide baru meskipun mereka masih belum yakin bagaimana ide ide lama tersebut akan membantu mereka di masa depan. Saat para broker ini menemukan ide ide yang menjanjikan, mereka bukan anya menyimpan ide ide tersebut dalam file, mereka menggunakan pikiran mereka untuk bermain dan bila mungkin dicoba untuk implementasi dengan tujuan untuk mempelajari bagaimana hasil implementasinya dan menemukan hal hal apa yang bagus dan buruk dari implementasi ide ide tersebut serta menggunakan penemuan tersebut untuk mulai berfantasi akan cara cara baru untuk menggunakan ide tersebut.

2. Menjaga ide ide tetap ‘hidup’.

Cara kedua ini sangat penting karena ide ide tidak bisa digunakan apabila merekaterlupakan. Para ahli psikologi kognitif telah menunjukkan bahwa hambatan terbesar dalam memecahkan masalah seringkali adalah ketidak pedulian; bahwa orang orang tidak bisa memfokuskan pikiran mereka pada informasi informasi penting pada waktu yang tepat, bahkan setelah mereka mempelajarinya. Memori/Daya ingat organisasi bahkan lebih susah untuk dipertahankan. Perusahaan perusahaan sering kehilangan berbagai hal yang mereka pelajari sewaktu staff mereka meninggalkan perusahaan tersebut. Jarak geografis, pertikaian politis dan sistim insentif yang buruk dapat menghalangi penyebaran ide ide.

3. Menggunakan Imajinasi Untuk Menemukan Kegunaan Kegunaan Baru untuk Ide Ide Lama

Langkah ketiga dalam siklus ini muncul waktu individu mengenali kegunaan kegunaan baru untuk ide ide yang telah mereka tangkap dan jaga supaya tetap hidup’. Seringkali aplikasi aplikasi yang ditemukan ternyata sangat mudah. Waktu para penemu tim Edison mengembangkan bola lampu, bola lampu tersebut terus menerus jatuh dari tatanan. Suatu hari, seorang teknisi membayangkan apabila sebuah penutup beralur dapat diputar serapat mungkin dalam sebuah botol sehingga dapat menahan bola lampu tersebut dari lubangnya. Setelah beberapa percobaan ternyata berhasil, dan ini nantinya akan menjadi cikal bakal desain bola lampu yang sekarang ada. Ide ide lama dapat menjadi solusi ampuh untuk masalah masalah baru apabila para ‘broker’ memiliki ketrampilan untuk melihat analogi analogi sedemikian rupa

4. Membawa Konsep Konsep yang Potensial Dalam Proses Uji Coba

Sebuah ide saja untuk produk baru atau bisnis yang baru meskipun sebagus apapun tidak akan menjadi berharga kalau tidak diwujudkan dalam suatu bentuk yang dapat di uji coba dan jika berhasil dapat langsung dilakukan, dijual atau diciptakan oleh perusahaan. Secara cepat mengubah ide ide imajinatif menjadi servis, produk dan proses yang riil adalah langkah terakhir dalam Knowledge Brokering Cycle. Yang dimaksud dengan ‘riil’ adalah cukup konkrit untuk diuji coba, sedangkan yang dimaksud dengan secara ‘cepat’ adalah secepat mungkin supaya kesalahan kesalahan yang ditemukan saat masa uji coba dapat segera diperbaiki. ‘Ukuran sukses yang sebenarnya’ menudur Edison adalah ‘Jumlah eksperimen eksperimen yang bisa dipadatkan dalam 24 jam’

Disadur dari ‘Building an Innovation Factory-Andrew Hargadon and Robert L. Sutton’

Advertisements

~ by Hanif Basbeth on October 20, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: